Legong Keraton adalah sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat komplek dan diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon mendapat pengaruh dari Tari Gambuh. Kata Legong Keraton terdiri dari dua kata yaitu legong dan kraton. Kata legong diduga berasal dari kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes, Lemah gemulai. Sementara “gong” berarti gambelan. “leg” dan “gong” digabung menjadi legong yang mengandung arti gerakan yang diikat, terutamaaksentuasinya oleh gambelan yang mengiringinya.Jadi Legong Keraton berarti sebuah tarian istana yang diiringi oleh gambelan. FUNGSI TARI LEGONG KERATON Sebagai sarana untuk pertunjukan dan hiburan Sebagai ungkapan keindahan ataupun aktivitas keindahan itu sendiri Sebagai aktivitas kreaktif Untuk mengikaat rasa persatuan PERKEMBANGAN TARI LEGONG KERATON Tari ini dikembangkan di Peliatan. Tarian Legong berk...
Postingan
Menampilkan postingan dari Januari, 2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yadnya adalah berarti kurban suci yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas dalam ajaran Agama Hindu . Kata ini berasal dari Bahasa Sanskerta : यज्ञ ( yajña ) yang merupakan akar kata Yaj, yang berarti memuja, mempersembahkan atau korban suci. Dalam praktik agama Hindu di Bali , terdapat lima jenis Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya, yaitu: Dewa Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rsi Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para rsi atas jasa-jasa dia membina umat dan mengembangkan ajaran agama. Pitra Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para roh leluhur termasuk kepada orang tua yang masih hidup. Manusa Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada sesama manusia. Bhuta Yadnya adalah yadnya yang dilakukan kepada para Bhuta Kala yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan alam sehingga menjadi harmonis. Yadnya yang dilaksanakan setiap hari disebut dengan Yadnya Sesa , dalam bahasa Bali disebut dengan mesaiban .